Sabtu, 01 Februari 2014

teman ada untuk menyemangati kita bukan untuk menyesatkan kita

Rendi, Regi dan Risky bersekolah di SMA daerah xx yang sebentar lagi/ kurang   dari sebulan lagi akan menghadapi ujian nasional. Mereka bertiga adalah teman yang akrab saat kelas X, walaupun mereka tidak dalam satu kelas saat di kelas XII SMAnya. Saat mereka bertiga sedang nongkrong di taman ada aja .Pertama yang datang ketaman adalah Rendi dan Regi saat si Risky tiba disana. Ia melihat temannya sedang teller dan seperti melayang.
“Woy, sob kalian ngapain?” Tanya Risky
“Kita lagi asik ni!” dengan suara berat
 “Hei, Risky mau ngak lu?”kata Rendy sambil menyodorkan obat yang berwarna putih kepada Risky
“Apaan nih Ren!?” sahut Risky
“coba aja Risky, kalo lu pake ini lu bakal rileks dari ujian nasional! Hehe” kata Regi
“ini ganja, kalo lu pake ini, gue jamin lu bakal fun terus kayak kita! “ jawab Rendi dengan singkatnya
“Boleh juga, gue coba kayaknya asik!” seru Risky kepada kedua temannya
“ gitu dong” sahut Rendi dan Regi

Tidak disangka-sangka ternyata perbincangan mereka bertiga terdengar oleh orang lain. Setelah itu orang lain tersebut melaporkan ke kantor polisi dan mereka bertiga digerebek oleh polisi sedang memakai narkoba. Padahal sebentar lagi mereka bertiga akan menghadapi ujian Nasional. Dan berita tentang mereka bertiga sudah tersebar diseluruh lingkungan sekolah mereka.
DO YOU LOVE ME ?
(about friendship and love)
Kring... Kring...  Suara keras terdengar dari alarm yang menunjukan pukul 06.00 WIB. Ini adalah saatnya bangun dan berangkat sekolah untuk seorang gadis bernama Ananda Lusia. Dia sekolah di salah satu sekolah favorite di Jakarta. Ananda Luisa yang biasa di panggil Luisa itu seorang gadis yang jail, ceria, pintar tapi malas, dan super selow, teman – temannya pun memanggilnya mss. Selow. Dia adalah pelajar SMP dan duduk dibangku kelas 3 umurnya pun masih 14 tahun.
Waktu menunjukkan pukul 10.00 wib ini artinya saatnya pelajaran seni budaya. Luisa sangat tidak suka dengan pelajaran yang satu ini, apalagi sama gurunya MATRE, sakin matrenya dia gak akan ngasih nilai bagus ke anak muridnya kalo gak beli jus dan pop mie yang dia jual di kantin. Luisa duduk ditempatnya sambil menopang dagu di tangannya sambil terus melihat ke arah jam dinding yang di depannya.
“Aduh... kapan selesainya sih ni pelajaran, lama banget” gerutunya dalam hati sambil memasang wajah bosan.
“dari pada gue bete disini, mana laper lagi gue, mending gue ke kantin “ pikirnya. Tanpa berpikir panjang luisa pun mengendap- endap untuk keluar kelas.
“yes!! Akhirnya gue keluar juga dari kelas, langsung kantin haha”
Sesaat sedang makan di kantin, tidak sengaja luisa melihat uang dibawah meja kantin.
“wah ada uang tuh, kayanye gue lagi beruntung nih” luisa pun langsung mengambil uang di bawah meja kantin itu.
“yah uang maenan, gue kira uang beneran sial banget sih gue!” dengan muka kesal dan betenya suara itu keluar dari mulutnya. Masih dengan muka betenya Luisa pun melihat didepannya seorang guru sedang makan, langsung keluar ide jail si Luisa untuk menjaili guru yang dilihatnya itu. Yap dia adalah Pak Dani guru Ips yang juga mata duitan. Saat Pak Dani sedang asik menyantap makanannya, Luisa pun berjalan di depan Pak Dani sambil membuang uang maenannya itu tepat disamping sepatu Pak Dani. Luisapun kembali duduk memesan minuman sambil memperhatikan Pak Dani. Setelah Pak Dani selesai makan. Diapu menyadari ada uang di sebelah sepatunya dan langsung mengambilnya . Luisa pun lari sambil tertawa terbahak – bahak .
“haha berhasilkan gue ngerjain si Dani rasain tuh “ sambil terus tertawa.
Luisa itu cuek banget dia ga pernah jatuh cinta . Padahal hampir semua temannya adalah pria , tapi tak satupun Luisa menaruh hati pada mereka . Saat ngumpul bersama teman wanitannya pun Luisa tidak tertarik saat mereka membicarakan tentang pacar atau gebetan mereka.

Minggu 07.30 wib, Luisa pun bangun dan keluar untuk menghirup udara segar di pagi hari. Tidak sengaja dia mengalihkan pandangan kearah kanannya, dia pun terdiam sambil terus memperhatikan pria yang jauh berdiri di arah kanannya itu. Yap ternyata Luisa sedang melihat Rama, Rama itu pria yang pendiam, gaul, dan cuek pastinya, dia pun enggan membicarakan tentang masalah hatinya kepada orang lain, itu sebabnnya sulit sekali menebak apa yang ada di pikiran dan hatinya itu. Rama pun tersenyum ramah kepada  wanita yang sedang memperhatikannya itu. Seperti biasa Luisa tidak bisa membalas senyuman dari seseorang yang belum ia kenal, Luisa pun kembali ke rumah. Setelah kejadian itu dia terus memikirkan dan memperhatikan pria yang ia lihat itu. Tidak jarang juga mereka pun sering bertemu dijalan, setiap bertemu Rama selalu memberikan senyuman termanisnya untuk Luisa, itulah yang membuat Luisa semakin penasaran kepada Rama.
Sampai akhirnya Ayu pun datang dan berteman baik dengan Luisa. Ayu itu gadis yang ramah, baik, dan penyayang. Gak heran banyak orang yang sayang kepadanya, terlebih dia juga saudara dari Rama. Setelah seringnya mereka ngobrol dan bermain bersama mereka pun mengikat diri mereka sebagai sahabat. Dimana ada Ayu disitu pasti ada Luisa, sampe – sampe orang –orang bilang mereka kembar padahal asli loh mereka beda banget.
Suatu malam saat mereka sedang duduk bercerita sambil menikmati indahnya bintang malam Luisa pun mulai menanyakan Rama kepada Ayu.

“Yuk saudara loh yang baru dateng dari kampung itu siapa namanya?”
“Oh... itu Rama, kenapa nayain dia suka yaaa??”
“Ah enggak, orang gue cuman nanya doang”
“ah udah ngaku aja, lo suka kan sama rama?”
Ayu terus bertanya kepada Luisa dengan gaya meledeknya.
“iya... iya... gue ngaku gue suka sama rama” Luisa pun menyerah, lagi pula dia berpikir kalau Ayu bisa membantunya mendekatkannya dengan rama, secara Ayu saudaranya.
“tuh kan ngaku juga akhirnya”sambil tertawa kecil, Luisa pun tersenyum malu.
Setelah kejadian malam itu Ayu pun mulai membantu Luisa menjalankan segala rencana yang dibuat Luisa untuk mendekati Rama.
Semua berawal saat sore sekitar pukul 17.00 wib terlihat Rama sedang bermain layangan, Ayu pun datang mendekatinya dan memulai pembicaraan.
“A Rama dapet salam”
“waalaikumsallam” jawabnya dengan nada halus.
“A Rama ada yang sukain tuh”
“iya Rama tau, Rama juga” sambil menurunkan layangannya dan bergegas pergi pulang meninggalkan Ayu. Ayu pun terdiam dan bingung dengan perkataan Rama yang terakhir itu, dia ingin menanyakannya kepada Rama tapi Rama sudah pergi.

Setiap malam seperti biasa di depan rumah Luisa terdengar  suara yang sudah khas itu. “Assalammualaikum Luisa...Luisa...” itu adalah suara khas Ayu saat ingin mengajak Luisa main.
“Eh Ayu”
“Jalan – jalan yuk Sa”  tanpa menjawab Luisa pun langsung keluar  dan berjalan – jalan bersama Ayu. Kebiasaan yang selalu mereka lakukan yaitu berjalan – jalan menikmati angin malam sambil bercerita.
“Sa tadi udah gue salamin tuh”
 Luisa pun diam dan memperhatikan Ayu, sambil Ayu membalas lagi.
“Dia bilang waalaikumsalam. Gue juga tadi bilang gini “A Rama ada yang sukain tuh”. Trus dia bilang  “Iya Rama tau, Rama juga””.
Mendengar itu Luisa pun tesenyum dan berkata “ Menurut lo dia juga suka sama gue?”
“kayanya sih iya”
Luisa tersenyum bahagia, kini dia sadar kalau dia sedang jatuh cinta untuk pertama kalinya dan pria yang berhasil mengambil hatinya adalah Rama..
Waktupun terus berjalan... Luisa pun terus melakukan sesuatu untuk menarik perhatian Rama. Tapi Rama pun tak kunjung datang untuk mendekatinya.
“kenapa sih gue udah ngelakuin apa aja tapi dia gak deket- deketin gue juga!!” dengan nada kesal dan kecewa kata- kata itu keluar dari mulut Luisa.
“sabar sa, mungkin dia masih nunggu waktu yang tepat kali” Ayu terus berusaha mencoba menenangkan Luisa.
Ayu memang selalu setia ada di samping Luisa sat keadaan susah ataupun senang, begitupun Luisa sebaliknya kepada Ayu. Mereka saling mengerti satu sama lain, tidak heran gimana pun permasalahan yang ada di luar sana  gak akan mampu memisahkan persahabatan mereka.

12 Februari  pukul 19.00 wib
Tiba- tiba orang tuanya mengajaknya pergi keluar kota, padahal Luisa ingin sekali tetap dirumah Untuk merayakan ulang tahunnyabersama Ayu.
 “Gimana Sa, kamu harus ikut kita ke Bogor”
“Gak bisa ma, besok itu hari ulang tahun aku, aku ngak mungkin pergi”
“Tapi rencana ke Bogor ini nggak bisa di undur”
“Yaudah kalo kalian mau pergi, pergi aja, Luisa gak ikut”
“Yakin, kamu gak apa –apa sendirian? “
“Iya ma”
“Yaudah kalo itu mau kamu”
Pukul 00.00 wib uisa tidur – tiduran dikamarnya sambil memengang handphone dan semangat saat membuka sms masuk. Tapi dari semua sms yang masuk tidak ada sms satupun dari Ayu.
“Kok Ayu belum ngucapin selamat ulang tahun ke gue yah apa dia lupa, ah tapi mana mungkin” Gumamnya dalam hati sambil terus memngang hpnya berharap sms masuk ucapan selamat ulang tahun dari Ayu. Luisa pun tertidur.
Pukul 08.00 wib. Luisa pun terbangun, saat terbangun dia menemukan keluarganya sudah berangkat pergi ke Bogor, kini dia pun sendirian, berharap ada yang menemaninya saat itu. Luisa pun bergegas ke kamar mandi untuk mandi. Saat mandi terdengar suara teriakan seorang gadis.
“HAPPY BIRTHDAY” HAPPY BIRTHDAY LUISA” Gadis itu pun terus mengulangi kata – katanya.
Akhirnya yang di tunggu dateng juga, Itu suara Ayu.
Di dalam kamar mandi Luisa berteriak “bentar Yu bentar, lo tunggu aja bentar lagi selesai kok.”
“oke jangan lama- lama yah” balas Ayu.
Sudaah hampir setengah jam Ayu menunggu Luisa. Luisa pun keluar dari kamar mandi pertanda dia sudah selesai mandi.
“akhirnya lo selesai juga mandinya”
“hehe maaf maaf” sambil mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya.
“yaudah cepet pake baju sana”
“siapp”
Sembari menunggu keluarga Luisa pulang, Ayu pun setia menemani Luisa. Dia pun juga memasakkan Luisa masakan kesukaannya, sehingga Luisa pun senang dan tidak merasa kesepian karena kepergian keluarganay ke luar kota. Sebenarnya  selang waktu ulang tahun Luisa dan Ayu hanya sebulan. Luisa Februari Ayu Maret. Atas semua yang dilakukan Ayu kepadanya, Luisa pun berniat melakukan hal yang spesial di hari ulang tahun Ayu nanti.
*back to Rama*
Luisa pun belum menyerah, dia masih menjalankan rencana- rencana gilanya itu sambil dibantu Ayu sahabat setianya itu. Tak kunjung mendapat respon, Luisa pun berniat untuk memberi kan Rama sebuah hadiah, agar setiap Rama melihat hadiah pemberiannya itu dia bisa mengingat siapa pemberi hdiah itu. Tanpa basa- basi mereka pun bergegas pergi ke mall dekat rumah untuk membeli hadiah. Setelah lama keliling untuk melihat- lihat merekapun berhenti di toko domepet.
“yu dompetnya bagus deh, kayanya cocok gue kasih ke Rama”
“hem iya sa ini keren kok dompetnya”
“menurut lo gimana cocok gak klo gue kasih ini ke Rama?”
“cocoklah, lagi pula kayanya dia gak punya dompet tuh, jadi ini bakal berguna banget buat dia”
Mereka pun membeli dompet itu dan bergegas pergi meninggalkan mall.

Sebenarnya di saat Luisa terus berusaha mendekati Rama. Ada satu gadis bernama Karin yang tidak suka Luisa mndekati Rama. Wajar aja Karin itu suka banget sama Rama, jadi dia gak suka klo ada cewek yang ngedekati Rama. Apalgi ceweknya Luisa, dia ngerasa kesaing banget. Makanya Karin selalu sinis bila melihat Luisa. Tapi balik lagi Luisa itu cuek banget, jadi bagi dia gak penting ngeladenin si Karin. Jadi dia cuek aja sampe si Karin capek sendiri.

Luisa pun membungkus hadiah yang akan diberikannya itu dengan berlapis- lapis banyaknya koran. Biasa naluri jailnya keluar lagi. Dia ingin saat Rama membuka kadonya itu  tidak semudah membuka kado pada biasanya. Dia ingin saat Rama membuka kadonya dia harus menyobek satu persatu lapisan koran itu baru bisa menemukan hadiah di dalamnya.  Haha emang jail banget si Luisa, sampe- sampe ingin memberikan hadiah untuk pria yang disukainya aja masih sempat- sempat berfikiran untuk menjahilinya.
Disaat mereka sedang asik membungkus kado,terdengar suara dering tanda memanggil dari HP Luisa bertuliskan MAMA di layar HP nya .

“ Hallo ma kenapa?”
“lagi dimana kamu Sa?”
“dirumah Ayu, emangnya kenapa ma?”
“pulang sekarang udah sore”
“hem... iya iya”  Luisa terdiam sambil melihat ke arah bawah bungkusan kado yang belum selesai. Sambil tersenyum Ayu berkata
“udah lo pulang aja, ini biar gue yang nyelesain”
“oke deh, gue pulang dulu yah Yu”
“iya”  Ayu tersenyum.

Lisa masih menunggu waktu yang tepat untuk memberikan kadonya itu ke Rama. Selama Luisa menunggu waktu yang tepat, Luisa menyimpan kado itu di rumah Ayu, karena kalau dirumahnya dia takut orang tuanya bertanya – tanya soal kado itu.
Setelah lama, akhirnya Luisa pun menentukan waktu yang tepat untuk memberikan kado itu ke Rama. Dengan segenap keyakinan Luisa pun menarik tangan Ayu untuk segera mencari Rama sambil teru memegang sesuatu berbungkus warna biru muda itu. Mereka pun menemukan Rama. Ternyata Rama sedang asik nonton TV di pos bersama teman –temannya. 
“Aduh gimana ngasihnya gue kalo gini” gerutu Luisia.luisa pun mengurungkan niatnya untuk memberikan kadonya langsung kepada Rama, dia menyuruh Ayu untuk memberikannya.
“Yu lo yang kasih kadonya , gimanapun caranya lo harus kasih kado ini saat lo Cuma berdua doang sama Rama”
“iyaaa” Ayu pun pergi kearah pos dimana Rama berada.
Dengan gelisah Luisa menunggu di balik tembok sambil mengintip kearah mereka , terlihat Ayu yang sedang menarik –narik tangan Rama. Ayu terus berusaha menarik Rama sampai ketempat diman dia Cuma berdua dengan Rama. Mereka pun berhenyi dan Ayu pun melepaskan tangannyadari Rama.
“Apaan sih lo narik – narrik gue ?!”
“Nih!!!” sambil menunjukan kado di tangannya
“Apaan nih?” tanya Rama bingung
“Ini kado dari Luisa”
“Buat gue?” 
“Iyalah buat lo!”
“Hari ini kan bukan ulang tahun gue, baik banget sih dia ngasih kado bilang ke dia makasih banget ya atas kadonya”
Akhirnya Ayu datang ketempa Luisa dimana Luisa menunggunya. Dengan penuh cmas Luisa pun langsung bertanya kepada Ayu.
“Gimana yu, dia bilang apa?”
“Makasih katanya”
“Yaudah ayo” sambil menarik tangan Ayu dan pergi tanpa bertanya – tanya lagiseakan tidak ingin tahu lebih apa yang terjadi tadi.
Sesampainya dirumah Luisa pun tidak tidur padahal itu sudah sangt malam. Dia masih memikirkan kejadian itu.
“Apa yang terjadi tadi ? Rama bilang apa aja yah sama Ayu?”
Pertanyaan seperti itu terus bermunculan di kepalanya , sehingga membuatnya susah untuk tidur. Sebenarnya Luisa ingin sekali menanyakan langsung ke Ayu, tapi dia takut ada pekataan Rama yang membuanya kecewa.
Sampai rencana terakhir pun Rama masih belum menjawab apa – apa tentang perasaan Luisa. Sambil terus menangis Luisa pun menyerah , kini dia sadar kalau dia tidak bisa mengambil hatinya Rama. Karena rasa cintanya yang begitu dalam kepada Rama. Luisa pun tidak terima dengan apa yang terjadi, di setiap kesempatan air mata Luisa pun terus berjatuhan. Yang selalu berada di sampingnya adalah Ayu, Ayu terus menyadarkan Luisa bahwa Rama adalah pria paling bodoh karena sudah menolak gadis seperti Luisa sampai waktu itu Luisa pernah bertanya kepada Ayu.
“kalo lo terlahir sebagai cowok, lo mau jadi siapa?” Ayu pun terdiam sejenak dan menjawab.
“Rama!”
Luisa pun diam setelah mendengar jawaban dari sahabatnya itu, lalu bertanta lagi kepada Ayu.
“Kenapa lo mau jadi Rama?”
“Karena dia di cintain sama lo”
Luisa pun terdiam dan langsung pergi ke rumah meninggalkan Ayu. Luisa bukannya benci dengan perkataan Ayu , hanya saja dia tidak sanggup menahan air matanya yang sudah ingin jatuh itu. Luisa ingi sekali melupakan Rama, tapi setiap dia mencoba untuk melupakannya Rama selalu muncul di hadapannya.
Selang waktu berjalan
Akhirnya Ayu pun pergi untuk selamanya karena penyakit yang di deritanya itu. Sebenarnya Ayu mengidap oenyakit kanker hati stadium akhir dan dokter bilang umurnya ngak akan lama lagi. Itu sebabnya Luisa selalu berusaha memberikan yang terbaik di hari – hari terakhirnya itu. Ayu meninggal tepat selang dua hari sebelum ulang tahunnya. Padahal Luisa sudah merencanakan kejutan special untuk Ayu di hari ulang tahunnya. Tapi gimana lagi .... takdir berkata lain  Ayu keburu di panggil sama Tuhan. Mumgkin karena tuhan sangat menyayangi Ayu makanya Ayu di panggil secepat itu.
______________Singkat Cerita______________
Luisa pun lulus dan mulai masuk SMA. Semenjak Ayu pergi dan mulai dan Luisa mulai masuk SMA. Luisa tidak pernah keluar rumah lagi seperti dulu, sekalinya keluar paling pergi sama temen – temen sekolahnya. Semenjak itulah Luisa sudah mulai bisa melupakan Rama. Karena sudah hampir tidak pernah bertemu lagi .
Luisa pun tumbuh menjadi gadis yang dewasa dan cantik. Tanpa terasa Luisa pun Luisa lulus SMA tepat di usia 17 tahun dan ingin melanjutkan ke perguruan tinggi.
Yah... Luisa ini hidup di keluarga yang bisa di bilang berkecukupan. Orang tuanya pun mampu dan orang tuanya mamou menyekolahkannya sampai keperguruan tinggi.nberbanding terbalik banget sama Rama. Rama hidup di keluarga sederhana. Setiap hari dia harus bekerja untuk memenuhi kebutuhannya dan membantu ibunya. Dia juga cuma tamatan SMP, makanya gak heran kalo dia menomor duakan urusan hatinya. Tepat di usia ke 17 tahu Luisa di pertemukan lagi dengan Rama. Awalnya Luisa pun tidak terima kalau dia harus di pertemukan lagi dengan Rama. Karena dia pasti akan mengingat kejadian – kejadian dulu itu. dan persaan itu pun muncul lagi. Luisa pun terus melawan rasa cinta yang dia punya terhadap Rama, tapi nyatanya malah perasaan itu semakin tumbuh. Dia pun sadar dan memutuskan untuk terus menjalani kehidupannya itu sambil menutup rapat – rapat mata dan telinganya untuk Rama. Setiap kali mereka bertemu, tidak jarang Luisa mengegepi Rama sedang memperhatikannyadengan tatapan mata yang penuh arti. Itulah yang membuat Luisa bingung tentang bagaimana perasaan Rama ke padanya.

Pukul 23.30 wib, Luisa pergi keluar untuk membeli sesuatu di warung, karna ini sudah sangat malam . jalanan pun sudah sepi. Kecuali di salah satu warung pinggir jalan, disana masih banyak anak – anak nongkrong.
Saat di perjalanan ingi kembali kerumah Luisa melihat di depannya Rama yang berjalan satu arah dengannya. Tidak satu pun dari mereka yang memalingkan pandangannya, mereka pun terus berjalan sambil memperhatikan satu sama lain. Setelah mereka salin melewati, Luisa pun mengalihkan badan dan berteriak.
“RAMAAAA!!”
Rama pun langsung memalingkan badannya kearah suara itu sambil terdiam seperti patung. Luisa pun berjalan mendekati Rama yang terdiam seperti patung itu.
“Rama” suara Luisa mulai memelan.
“Kenapa?”keluar juga suara dari pria yang terdiam seperti patung itu.
Luisa pun tidak bisa menahan lagi air mata nya itu, sambil terus menangis Luisa melanjutkan  pembicaraan.
“ Gue cinta sam lo Ram, gue gak kuat menahan perasaan ini terus menerus “
“ Lo serius cinta sama gue Sa?”
“Iya !! lo kira gue maen – maen atas semua yang gue lakuin buat lo dulu”
“Tapi, kenapa?”
“Kenapa apa?”
“ Kenapa lo cinta sama gue ? apa yang lo liat dari gue?gue itu bukan siapa – siapa, lo gak pantes cinta sama gue”
“kenapa?!! Gue cinta sama lo tulus, gue gak peduli siapa lo!  Gue tetep cinta sama lo”
“gue ngak bakal mungkin ngebahagiain lo”
“Lo ngak usah khawatir, karena gue yang bakal ngebahagiain lo”
Suasana pun hening, mereka sama – sama terdiam setelah beberapa lama tidak terdengar suara. Akhirnya terdengar suara lantang dan pelan yang terus meyakinkan.
“Percuma Sa, itu semua ngak akan mungkin terjadi lo berhak ngedapetin yang lebih dari gue “
Dengan perasaan yang sangat kecewa Luisa pun berlari pergi meninggalkan Rama sambil terus mengusap air matanya yang berjatuhan itu dengan tangannya. Sesampainya di rumah Luisa pun langsung masuk kekamarnya  dan memeluk bantal bintang kesayangannya, sambil terus menangis sampai – sampai bantal bintang kesayangannya itu basah seperti di siram air.

Luisa itu gadis yang cantik dan menarik ngak heran kalau banyak sekali pria yang tertarik padanya. Memang dulu Luisa menutup rapat – rapat hatinya untuk pria lain, karena dia cuma mencintai Rama. Tapi kini dia sadar hidupnya harus terus berjalan. Luisa pun kini mulai menerima pria – pria yang datang untuk mencintainnya. Tapi bukan berarti Luisa sudah melupakan Rama. Bagi Luisa pacaran itu cuma mayoritas doang, padahal hatinya hanya tertuju pada satu pria yaitu Rama. Dia percaya meskipun dia tidak bisa mendapatkan Rama di awalnya. Takdir pasti akan menyatukan mereka diakhirnya.    J




Always believen
“where there is a great love, there always miracles”
__Willa  Silbert  Catten__

By
Fika Angraini