Konsep mayarakat madani
Pembentukan
masyarakat dalam Islam diawali dengan pembentukan keluarga dengan pembentukan
keluargamengemukakan konsep pernikahan. Pembentukan keluarga sakinah mawadah
warahmah, merupakan cikal bakalpembentukan masyarakat ideal, yang hidup dalam
sebuah tatanan kemasyarakatan sesuai
dengan aturan Allah sebagaimana dalam Al-Qur’a, baldatul thoyyibatun wa robbun
ghofuur (Q.S. 34; 35).
Perwujudan
sebuah masyarakat ideal yang hidup aman dan tentram, juga Tergambar dalam
tatanan kemasyarakatan yang dibangun oleh Muhammad, dengan mendirikan sebuah
kota yang dikenal dengan nama Madinah, didukung oleh sebuah konstitusi
tertulis, konstitusi inilah yang kita kenal dengan nama Piagam Madinah dan
merupakan konstitusi tertulis pertama yang pernah ada di dunia.
Pengertian masyarakat madani
Masyarakat
madani berkembang sesuai dengan istilah civil society. Mayarakat madani adalah
sebuah kelompok atau tatanan masyarakat yang berdiri secara mandiri dihadapan
penguasa dan Negara, memiliki ruang public dalam mengemukakan pendapat, serta
adanya lembaga-lembaga yang mandiri dan dapat menyalurkan aspirasi dan
kepentingan public.
Dasar pembentukan masyarakat madani
menurut Al-Qur’an
Dalam
Al-Qur’an kita menemukan beberapa ayat yang berbicara tentang masyarakat, mulai
dari dasar pembentukan keluarga sampai kepada bagaimana mengembangkan tatanan
kemasyarakatan menuju sebuah masyarakatan yang hidup rukun, damai, sejahtera,
dan selalu dalam ampunan Allah. Ayat tersebut terdapat dalam :
[(
Q.S. 30; 31), (Q.S. 49; 13), (Q.S. 3; 104), (Q.S. 2; 142), (Q.S. 3;110 ), (Q.S.
3; 159), (Q.S. 2; 213), (Q.S. 34; 15)]
Masyarakat madani dalam sejarah
Ada dua corak masyarakat madani
dalam Al-Qur’an
Masyarakat
saba
Sebuah
masyarakat yang digambarkan dalam surat Saba’(34) ayat 15 yaitu masyarakat yang
hidup dalam wilayah yang tanahnya subur dan negerinya makmur lebih dari cukup
untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakatnya, sehingga Allah memerintahkan
mereka untuk menikmatinya sebagai rezeki.
Masyarakat
madinah
Hijrahnya
Nabi Muhammad S.A.W kekota Yasrib lalu menggantinya dengan Madinah membuka
peluang bagi tebentuknya masyarakat yang memiliki tatanan etika, moral, dan
akhlak sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam.
Karakteristik masyarakat madani
1. Masyarakat
bertuhan
2. Masyarakat
yang pluralistic
3. Mengembangkan
sikap saling menghormati dan bekerjasama dengan baik tanpa adanya diskriminatif,
sehingga terlihat adanya pengakuan persamaan hak
4. Adanya
pengakuan perlidungan Negara dalam menjamin kebebasan dalam menjalankan ibadah
bagi pemeluknya sesuai keyakinan
5. Berperadaban
tinggi
6. Berakhlak
mulia
Peranan umat Islam dalam
membangun masyarakat madani
Kita
harus mampu keluar dari persoalan-persoalan yang sedang dihadapi umat islam. Membangun
Kesadaran untuk membayar zakat dan memberdayakan harta wakaf, serta
mengembangkn sikap kerjasama baik sesama umat Islam maupun diluar Islam perlu
dipupuk dengan subur.
Membangun masyarakat
madani berbasis kearifan local
Pencapaian
visi pembangunan itu dilakukan dalam misi “masyarakat yang memiliki basis agama
dan nilai-nilai budaya yang kuat membentuk manusia yang beriman, bertaqwa
kepada tuhan, berakhlak mulia, bermoral, beretika, yang akhirnya mampu
berfikir, bersikap dan bertindak sebagai manusia yang tangguh, kompetitif,
berbudi luhur, bertoleransi, bergotong-royong, berjiwa patriotic, menjunjung
nilai-nilai luhur budaya bangsa, mengedepankan kearifan local, dan selalu
berkembang secara dinamis”
Strategis
yang perlu dilakukan untuk merevitalisasi budaya local untuk membangun
masyarakat madani bebasis kearifan local:
1. Inventarisasi
dan pengkajian kearifan local
Perlu dilakukan inventarisasi,
dokumentasi, dan pengkajian terhadap budaya local.
2. Pengetahuan
budaya local sebagai muatan local
Pengetahuan budaya
local dapat dipilah ke dalam pengetahuan dan keterampilan bahasa serta
pengetahuan dan keterampilan seni
3. Forum
komunikasi pemikiran budaya
Dalam forum dialog atau
komunikasi perlu dibahas masalah-masalah actual di bidang kebudayaan masyarakat
4. Festifal
budaya local
Unsur-unsur budaya local yang
berpotensi untukmembangun masyarakat madani dapat dapat dipergelarkan dalam
bentuk festival budaya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar