Sabtu, 29 Maret 2014

MASYARAKAT MADANI DAN KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA


Konsep mayarakat madani
Pembentukan masyarakat dalam Islam diawali dengan pembentukan keluarga dengan pembentukan keluargamengemukakan konsep pernikahan. Pembentukan keluarga sakinah mawadah warahmah, merupakan cikal bakalpembentukan masyarakat ideal, yang hidup dalam sebuah tatanan kemasyarakatan  sesuai dengan aturan Allah sebagaimana dalam Al-Qur’a, baldatul thoyyibatun wa robbun ghofuur (Q.S. 34; 35).
Perwujudan sebuah masyarakat ideal yang hidup aman dan tentram, juga Tergambar dalam tatanan kemasyarakatan yang dibangun oleh Muhammad, dengan mendirikan sebuah kota yang dikenal dengan nama Madinah, didukung oleh sebuah konstitusi tertulis, konstitusi inilah yang kita kenal dengan nama Piagam Madinah dan merupakan konstitusi tertulis pertama yang pernah ada di dunia.
Pengertian masyarakat madani
Masyarakat madani berkembang sesuai dengan istilah civil society. Mayarakat madani adalah sebuah kelompok atau tatanan masyarakat yang berdiri secara mandiri dihadapan penguasa dan Negara, memiliki ruang public dalam mengemukakan pendapat, serta adanya lembaga-lembaga yang mandiri dan dapat menyalurkan aspirasi dan kepentingan public.


Dasar pembentukan masyarakat madani menurut Al-Qur’an
Dalam Al-Qur’an kita menemukan beberapa ayat yang berbicara tentang masyarakat, mulai dari dasar pembentukan keluarga sampai kepada bagaimana mengembangkan tatanan kemasyarakatan menuju sebuah masyarakatan yang hidup rukun, damai, sejahtera, dan selalu dalam ampunan Allah. Ayat tersebut terdapat dalam :
[( Q.S. 30; 31), (Q.S. 49; 13), (Q.S. 3; 104), (Q.S. 2; 142), (Q.S. 3;110 ), (Q.S. 3; 159), (Q.S. 2; 213), (Q.S. 34; 15)]
Masyarakat madani dalam sejarah
            Ada dua corak masyarakat madani dalam Al-Qur’an
Masyarakat saba
Sebuah masyarakat yang digambarkan dalam surat Saba’(34) ayat 15 yaitu masyarakat yang hidup dalam wilayah yang tanahnya subur dan negerinya makmur lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakatnya, sehingga Allah memerintahkan mereka untuk menikmatinya sebagai rezeki.
Masyarakat madinah
Hijrahnya Nabi Muhammad S.A.W kekota Yasrib lalu menggantinya dengan Madinah membuka peluang bagi tebentuknya masyarakat yang memiliki tatanan etika, moral, dan akhlak sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam.
Karakteristik masyarakat madani
1.      Masyarakat bertuhan
2.      Masyarakat yang pluralistic
3.      Mengembangkan sikap saling menghormati dan bekerjasama dengan baik tanpa adanya diskriminatif, sehingga terlihat adanya pengakuan persamaan hak
4.      Adanya pengakuan perlidungan Negara dalam menjamin kebebasan dalam menjalankan ibadah bagi pemeluknya sesuai keyakinan
5.      Berperadaban tinggi
6.      Berakhlak mulia
Peranan umat Islam dalam membangun masyarakat madani
Kita harus mampu keluar dari persoalan-persoalan yang sedang dihadapi umat islam. Membangun Kesadaran untuk membayar zakat dan memberdayakan harta wakaf, serta mengembangkn sikap kerjasama baik sesama umat Islam maupun diluar Islam perlu dipupuk dengan subur.
Membangun masyarakat madani berbasis kearifan local
Pencapaian visi pembangunan itu dilakukan dalam misi “masyarakat yang memiliki basis agama dan nilai-nilai budaya yang kuat membentuk manusia yang beriman, bertaqwa kepada tuhan, berakhlak mulia, bermoral, beretika, yang akhirnya mampu berfikir, bersikap dan bertindak sebagai manusia yang tangguh, kompetitif, berbudi luhur, bertoleransi, bergotong-royong, berjiwa patriotic, menjunjung nilai-nilai luhur budaya bangsa, mengedepankan kearifan local, dan selalu berkembang secara dinamis”
Strategis yang perlu dilakukan untuk merevitalisasi budaya local untuk membangun masyarakat madani bebasis kearifan local:
1.      Inventarisasi dan pengkajian kearifan local
Perlu dilakukan inventarisasi, dokumentasi, dan pengkajian terhadap budaya local.
2.      Pengetahuan budaya local sebagai muatan local
Pengetahuan budaya local dapat dipilah ke dalam pengetahuan dan keterampilan bahasa serta pengetahuan dan keterampilan seni
3.      Forum komunikasi pemikiran budaya
Dalam forum dialog atau komunikasi perlu dibahas masalah-masalah actual di bidang kebudayaan masyarakat
4.      Festifal budaya local
Unsur-unsur budaya local yang berpotensi untukmembangun masyarakat madani dapat dapat dipergelarkan dalam bentuk festival budaya


Tidak ada komentar:

Posting Komentar